Memulai bulan Desember dengan Lulusnya Satu Doktor dalam Bidang Hadis di Fuadah

Semarang, Kamis 2 Desember 2021 – Ruang Promosi Doktor UIN Walisong Semarang menjadi saksi disematkannya gelar Doktor untuk salah satu dosen Fuadah, Mohammad Nuryansah, M.Ag. Lika-liku perjalanan doktoralnya akhirnya membuahkan hasil dengan diujinya disertasi dengan judul “Reformulasi Konsep Perang dalam Islam; Analisis Terhadap Hadis-hadis Qital”. Sidang yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini diketuai oleh Prof. Dr. Abdul Ghofur, M.Ag., dengan Promotor Prof. Dr. H. Moh Erfan Soebahar, M.Ag dan Co-Promotor Dr. H. A. Hasan Asy’ari Ulama’I, M.Ag. Dalam sidang ini hadir penguji eksternal Prof. Dr. H. Moh. Najib, M.Ag. dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan penguji internal Prof. Dr. H. Abdul Fatah Idris, M.S.I dan Dr. Rokhmadi, M.Ag.

Dalam pemaparan disertasinya, Nuryansah menyebutkan bahwa dalam disertasi ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus “perang” atau terror yang mengatasnamakan agama yang mana mereka melakukan hal tersebut karena memahami teks-teks hadis nabi tentang qital atau perang. Hal ini terjadi karena adanya pemahaman terhadap teks-teks hadis tersebut secara tekstual. Paham ini tentu tidak hanya berseberangan dengan spirit kenabian, tetapi juga merenggut hak hidup orang banyak yang sebenarnya harus dijaga. Untuk itulah disertasi ini dimaksudkan untuk mereformulasi konsep perang dalam Islam berdasarkan hadis-hadis qital, agar konsep perang tidak mengakibatkan kerusakan dan hilangnya nyawa manusia yang tidak bersalah.

Prof. Dr. H. Moh. Najib, M.Ag. sebagai penguji ekternal diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada promovendus, dan disusul oleh para penguji yang lainnya. Temuan disertasi ini adalah reformulasi konsep perang yang beberapa diantaranya menjelaskan bahwa perang memiliki kedudukan penting dalam Islam yang semata-mata untuk meninggikan kalimat-Nya serta menjamin tegaknya kebebasan memilih akidah bagi manusia secara universal dan konsep perang di zaman ini adalah untuk membela agama dan negara, dan bukan untuk kepentingan ideologi maupun politik tertentu.  Hasil temuan ini tentu sangat bermanfaat dan sesuai dengan situasi di Indonesia yang mana sering terjadi konflik atau teror yang mengatasnamakan agama. “Kirim Naskah anda ini ke BAN-PT agar mereka juga tahu bagaimana menanggulangi teror-teror yang mengatasnamakan agama di negeri ini” Co-Promotor, Dr. H. A. Hasan Asy’ari Ulama’I, M.Ag memberikan pujian dan dukungan.

Sidang yang berjalan kurang lebih selama 2 jam ini dinyatakan lulus dengan nilai 3,93 dan nilai akumulasi sidang sebelumnya dengan hasil 3,87 dengan predikat sangat memuaskan. Dengan disematkannya gelar Doktor, Mohammad Nuryansah menjadi doktor ke 187 di UIN Walisongo Semarang. Hadir dalam sidang tersebut pula keluarga besar Nuryansah, Wakil Rektor I IAIN Salatiga dan segenap civitas akademika di lingkungan Fuadah. “Viralkan tulisan anda ini, kirim ke jurnal internasional, katakan pada dunia bahwa ini lho perang yang sesungguhnya dalam Islam, agar tidak hanya yang hadir disini tahu, tapi semua kalangan bisa memaknai perang yang sesungguhnya” tutup Promotor, Prof. Dr. H. Moh Erfan Soebahar, M.Ag dalam pesan-pesannya

Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dan foto Bersama. “Semoga apa yang dicapai bapak Nuryansah hari ini bisa menjadi semangat untuk rekan-rekan yang lain untuk melanjutkan studinya” Pesan Dekan Fuadah, Dr. Benny Ridwan, M.Hum. [Red.]

68 Mahasiswa Fuadah Siap Dilepas Menuju Gerbang Kesuksesan Selanjutnya

Kamis, 18 November 2021 menjadi hari bersejarah bagi 68 Mahasiswa fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora. Pasalnya di hari ini mereka menjalani proses yudisium dan wisuda fakultas yang menjadi tanda berakhirnya masa perkuliahan di fakultas ini. Acara yang diadakan di Aula Fuadah Kampus 2 IAIN Salatiga ini dihadiri oleh jajaran Dekanat dan Ketua serta Sekretaris masing-masing Program Studi. Dr. Supardi, M.A, Wakil Dekan bagian Akademik membuka acara dengan membacakan SK Yudisium pertanggal 11 November 2021 dan sebanyak 68 Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora dinyatakan lulus dengan perincian 18 Mahasiswa Program Studi SPI, 13 Mahasiswa Program Studi IAT, 14 Mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis, 19 Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab dan 4 Mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam.

Wisudawan terbaik fakultas pada periode ini diraih oleh Sholihatul Bisriyah Program Studi BSA dengan IPK 3.89. Sedangkan untuk wisudawan terbaik masing-masing program studi diraih oleh Bambang Supriyadi Program Studi IAT dengan IPK 3.85, Lidya Yuliana Program Studi SPI dengan IPK 3.82, Nurul Farihatin Ni’maya Ningrum Program Studi IH dengan IPK 3.77, dan Nafis Millatina Program Studi AFI dengan IPK 3.71. Dengan perolehan IPK mahasiswa secara keseluruhan maka IPK rata-rata Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora adalah 3.63 dan mendapat predikat cumlaude, dengan rata-rata IPK masing-masing Program Studi adalah IAT 3.53 , SPI 3.61 , IH 3.63, BSA 3.68 dan AFI 3.64.

Bambang Supriyadi sebagai wakil mahasiswa memberikan sambutannya dengan mengucapkan terima kasih dan menyampaikan permohonan maaf kepada segenap civitas akademika di lingkungan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora atas segala hal yang terjadi selama masa perkuliahan di fakultas ini. Bambang juga berpesan bahwa mereka sebagai mahasiswa layaknya besi ketika mulai masuk kuliah, mereka ditempa selama kurang lebih empat tahun dan kini mereka sudah menjadi pedang dengan modelnya masing-masing yang siap digunakan untuk kemaslahatan yang lebih besar. Bambang juga mengingatkan untuk mengucapkan terima kasih kepada orang tua masing-masing yang telah memberikan banyak pengorbanan demi kelancaran kuliah selama ini.

Dr. Benny Ridwan, Dekan Fuadah menyampaikan tiga pesan penting untuk para calon alumni, yaitu bahwa prestasi akademik yang memang tidak bisa hanya dilihat dari nilai IPK ini tetap menjadi modal untuk dimanfaatkan untuk kehidupan yang nyata setelah kelulusan. Untuk mendukung prestasi akademik tersebut, beliau menekankan bahwa para calon alumni ini diminta menekuni satu bidang mata kuliah yang disukai maupun yang paling dikuasai untuk dikembangkan dan menjadi bidang keahlian di masa depan. Yang tidak kalah penting lagi adalah skill atau keterampilan yang harus dimiliki untuk bisa ikut bersaing di dunia global yang sekarang ini serba digital. Beliau menutup sambutan dengan pesan terakhir yaitu calon alumni diminta untuk berjejaring secara luas yang mungkin tidak hanya berguna bagi kehidupan sekarang tetapi lima hingga sepuluh tahun ke depan akan dirasakan kemanfaatannya.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini dihibur dengan musikalisasi puisi yang dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Sekretaris Program Studi SPI, Ahmad Faidy, M.Hum dan diiringi oleh band Fuadah dengan gitaris Panis Dhbi Salam, M.Hum. yang menambah suasana hidmat dan haru peserta wisuda. Penyerahan kenang-kenangan dari mahasiswa masing-masing program studi yang diberikan kepada program studi menjadi simbol kekerabatan antar mahasiswa dengan pengelola program studi masing-masing.

Tidak berhenti pada yudisium dan wisuda, acara ini dilanjutkan dengan pembekalan alumni yang mendatangkan narasumber dari Magelang, Khoirul Anwar, S.Ag. pendiri Eclass Fondation dan Smartclub Trader yang juga seseorang yang menjuluki dirinya sebagai petani dolar. Narasumber yang sangat pakar dan tepat dengan tema pembekalan yang diusung yaitu “Memulai dan Membangun Jiwa Enterpreneurship Generasi Milineal”.[Red.]

NURHIDAYAH, MAHASISWI AFI SABET JUARA TERBAIK BIDANG STUDI DALAM LOMBA ARTIKEL ILMIAH TINGKAT NASIONAL

FUADAH- Ahad (14/10/21) Nurhidayah Mahasiswi Aqidah dan Filsafat Islam  (AFI) Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora (FUADAH) Angkatan 2019, terpilih menajdi duta dalam Academic Writing Competition on Islamic Studies (AWCIS) 2021 yang diselenggarakan oleh Forum Dekan (FORDEK) Fakultas Ushuluddin PTKI se-Indonesia.

Nurhidayah berhasil meraih kategori Penulis Terbaik Bidang Studi (Best Paper AFI) dalam penulisan artikel ilmiah. Kompetisi tersebut diadakan secara virtual pada tanggal 03-11 November 2021 dan acara penutupan secara resmi dilangsungkan oleh ketua umum FORDEK Fakultas Ushuludin PTKI se-Indonesia (Dr. Yusuf Rahman, MA.) pada hari Kamis, 11/11/2021.

Academic Writing Competition on Islamic Studies (AWCIS) 2021 diikuti oleh 87 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. AWCIS 2021 Bidang KPP FORDEK Fakultas Ushuluddin PTKI se-Indonesia dikelola oleh Kelas Menulis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Selama kompetisi Nurhidayah sedikit mengalami kesulitan, karena ia baru pertama kalinya mengikuti kompetisi artikel ilmiah dan langsung naik ketingkat nasional.

Meski begitu ia tak patah semangat, banyak teman-teman dari kelas menulis yang membantu kesulitan saat menyusun artikel. Yudi selaku pembimbing dalam kelas menulis selalu mengarahkan para peserta untuk membuat artikel secara tenang dan tidak tergesa-gesa.

Fakultas dan Prodi pun selalu memberi support dan arahan kepada Nur selama mengikuti pelatihan. Ia dipilih langsung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dab Humaniora (Dr. Benny Ridwan, M.Hum.) atas rekomendasi Sekertaris Prodi Aqidah dan Filsafat Islam (Suesti Maharani, M.Pd.) untuk menjadi duta dalam Academic Writing Competition on Islamic Studies (AWCIS) 2021.

“Banyak sekali kesan selama mengikuti kompetisi diantaranya bisa mendapatkan pengalaman yang luar biasa dalam menulis artikel ilmiah, yang tadinya belum tahu dan belum bisa bagaimana cara menulis artikel ilmiah yang baik dan benar sekarang alhamdulillah bisa tahu dan mulai bisa sedikit demi sedikit.” pungkas Nurhidayah