GKJ SIDOMUKTI BERTOLAK KE GUS DUR CORNER

FUADAH- Selasa 09/08/2022 Gus Dur Corner Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUADAH) IAIN Salatiga untuk kali pertama mendapat kunjungan dari GKJ Sidomukti. Dalam kesempatan ini pihak GKJ Sidomukti yaitu Pendeta TM. Eben Haezer Lalenoh, S.Th., M.A., Ph.D dan Indri Retno Setyaningrahayu, M.Pd. sangat tertarik dengan kabar adanya Gus Dur Corner di FUADAH.

“Kami dapat kabar ada Gus Dur Corner di FUADAH dan tertarik ingin berkunjung. Saya berfikir bagus nih untuk dikunjungi sebagai relasi antar iman dan ingin tahu juga di Gus Dur Corner ada apa aja, siapa tahu ada program yang bisa buat kerja sama.” Terang Pendeta TM. Eben Haezer Lalenoh, S.Th., M.A., Ph.D

Niat GJK Sidomukti pun disambut baik oleh Dr. Supardi, M.A. (Wakil Dekan I), Dr. M. Gufron, M.Ag. (Wakil Dekan II), dan Ahmad Faidi, M.Hum (Sekretaris Prodi SPI sekaligus pimpinan Gus Dur Corner).

“Gus Dur Corner ini berawal dari obrolan Alissa Wahid (Putri Sulung Gus Dur sekaligus pencetus Gusdurian di Indinesia) dengan Dekan FUADAH (Prof. Dr. Benny Ridwan, M.Hum) ketika seminar di FAUDAH tahun 2020 silam. Alissa Wahid bercerita tentang mulanya Gusdurian berdiri dan pada kesempatan itu juga Alissa Wahid menyampaikan kepada FUADAH, bagaimana kalau mendirikan Gus Dur Corner yang memang belum ada di Perguruan Tinggi manapun.” Terang Ahmad Faidi.

Dr. Supardi, M.A. (Wakil Dekan I), Dr. M. Gufron, M.Ag. (Wakil Dekan II) juga menambahkan bahwa Gus Dur tidak hanya milik satu ormas saja, melainkan milik siapa saja yang sepemikiran dengan beliau. Membuka nilai-nilai dan gagasan Gus Dur perlu diperjuangkan dan dihidupkan lagi. Apalagi program yang diusung Kementerian Agama tentang moderasi beragama sama persis dengan apa yang Gus Dur ajarkan. Ditambah dengan Salatiga sebagai Kota paling toleran se-Indonesia tentu sangat meyakinkan lagi bagi FUADAH mendirikan Gus Dur Corner. Setelah berbincang-bincang tentang program yang akan Gus Dur Corner jalankan, GJK Sidomukti berniat membangun relasi dengan Gus Dur Corner untuk program lintas iman. Semoga niat baik ini membuahkan hasil yang bermanfaat untuk semua umat manusia. Amiin..

SOSIALISASI DAN ORIENTASI PERGURUAN TINGGI: MAN KOTA MAGELANG BERKUNJUNG KE FUADAH

FUADAH- Selasa 14/06/2022 Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora UIN Salatiga kedatangan rombongan dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Magelang. Kunjungan MAN Kota Magelan ke FUADAH dalam agenda “Sosialisasi dan Orientasi Perguruan Tinggi” dan bertempat di Masjid At-Thayyar Kampus 2 UIN Salatiga.

Pada kesempatan kali ini, dekan FUADAH Prof. Benny Ridwan, M.Hum. sangat berterima kasih dan senang atas kunjungan MAN Kota Magelang. Beliau berharap semoga kelas XI MAN Kota Magelang nantinya bisa melanjutkan studi ke jenjang Perguruan Tinggi dan harapan besar bisa melanjutkan ke FUADAH UIN Salatiga.

Kepala Bagian Kesiswaan MAN Kota Magelang (Asrory, S.Pd) dalam sambutanya mengatakan bahwa, dalam kunjungan ke FUADAH UIN Salatiga selain menyambung silaturahim juga memberikan wawasan kepada siswa kelas XI MAN Kota Magelang agar mempunyai kemauan tinggi untuk melanjutkan ke jenjang kampus.

“ Mohon perkenan Bapak Ibu Dosen FUADAH memberikan arahan dan diberikan wejangan kepada anak didik kami karena UIN adalah kakak dari MAN. Harapan besar kami sebagai pendidik bisa memberi motifasi agar tidak tertinggal di tingkat SLTA saja.” Ujarnya.

Pada acara inti “Motivasi Studi Lanjut ke Perguruan Tinggi dan Sosialisasi tentang Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora UIN Salatiga” diisi oleh Dr. Ghufron, M.Ag. dan Himmi Naf’an, S.E. yang dimoderatori oleh Ketua Tim Sosialisasi FUADAH (Minan Zuhri, M.S.I)

Sesi pertama Dr. Ghufron, M.Ag. menyampaikan secara garis besar bahwa, belajar di UIN Salatiga tidak akan menjadi liberal. Apa yang sudah di dapat di MAN akan di teguhkan lagi, dikuatkan lagi di FUADAH khususnya. Beliau juga mengatakan tentang peningkatkan sistem etika. Yang dibangun FUADAH adalah menjadikan lebih baik lagi budi pekerti dan akhlaqnya. Terkait sistem ilmu, tidak hanya di ajarkan ilmu saja di UIN Salatiga. Tetapi mampu membaca sekitar dan fenomena yang ada dalam masyarakat bisa disikapi dengan bijaksana.

Sesi kedua Himmi Naf’an, S.E menyampaikan tentang Program Studi yang ada di FUADAH. Ada lima Prodi yaitu Prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI) dengan akreditasi A, Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT) dengan akreditasi A, Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dengan akreditasi B, Prodi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) dengan akreditasi B, dan Prodi Ilmu Hadis (ILHA) dengan akreditasi B. Untuk jaminan mutu di FUADAH bahwa semua Prodi sudah terakreditasi. Himmi Naf’an, S.E. juga menyampaikan tentang 4 jalur seleksi mahasiswa baru dan beasiswa yang ada di FUADAH UIN Salatiga.

Sebelum acara usai ada quiz dari Tim Sosialisasi FUADAH bagi siswa MAN Kota Magelang yang berani dan bisa menjawab pertanyaan yang diajukan.

SAH!!! Sudah Diresmikan, Gus Dur Corner Fuadah Siap Merawat Semangat Pluralisme ala Gus Dur.

Fuadah, 13 April 2022- Siapa yang tidak kenal sosok K.H. Abdurrohman Wahid yang lebih akrab disapa dengan Gus Dur. Selain pernah menjabat sebagai Presiden ketiga Indonesia, pemikirannya yang terkenal konsisten membela kaum minoritas menjadikannya sosok yang dikenal tidak hanya oleh masyarakat Muslim, melainkan seluruh lapisan masyarakat. Pemikiran-pemikiran Gus Dur ini dirawat dan dilanjutkan oleh putri-putrinya melalui The Wahid Institute dan Jaringan Gusdurian yang telah tersebar di seluruh Indonesia.

Terkenal sebagai Bapak Pluralisme, menjadikan pemikiran Gus Dur salah satu inspirasi dan sumber dalam merawat keragaman dalam satu wadah persatuan. Dari spirit inilah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora berinisiatif mendirikan Gus Dur Corner guna merawat pemikiran yang seharusnya dilestarikan itu. Rabu kemaren, menjadi hari bersejarah diresmikannya Gus Dur Corner Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora yang diketuai oleh Yassirly Amrona Rosyada, M.P.I. Hadir dalam peresmian ini H. Sholahuddin, S.Pd., M.Pd. dari BDK Semarang, Jay Ahmad, S.Fil., Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian, K.H Ahmad Bahruddin, S.Pd.I., Ketua Komunitas Belajar Qoryah Thoyyibah Kalibening,  serta perwakilan jaringan Gusdurian Yogyakarta dan Salatiga.

H. Sholahuddin, S.Pd., M.Pd melakukan pengguntingan pita peresmian Gus Dur Corner

Dalam sambutannya Jay Akhmad menyambut baik didirikannya Gus Dur Corner di Salatiga yang mana kota ini memiliki ikatan khusus karena ada dhurriyah Gus Dur di kota ini. Persemian dilakukan dengan pemotongan pita oleh H. Sholahuddin, S.Pd., M.Pd. dan beliau menutup acara peresmian dengan berpesan untuk menjaga Gus Dur Corner ini tidak hanya sampai pada berdirinya fasilitas ruangan, tetapi kegiatan-kegiatan diskusi harus tetap hidup karena disitulah esensinya. Serangkaian persemian ini dilanjutkan dengan acara Sarasehan dengan tema Pluralisme dan Dakwah Kontekstual ala Gus Dur di Masjid Ath-Thayyar Kampus 2 IAIN Salatiga.

Bertindak sebagai narasumber, hadir Jay Akhmad, S.Fil, dan K.H. Ahmad Bahruddin, S.Pd.I., dan dimoderatori oleh Fairuz Kadomi, S.Ag. Sebagai narasumber pertama, K.H. Bahruddin menyatakan bahwa konsep pemikiran Gus Dur erat kaitannya dengan pendidikan kritis dan konsep universal. Pluralisme ala Gus Dur adalah wujud dari kebebasan berfikir, bertindak dan anti dominasi dari sisi agama, sosial dan budaya. Segala hal tentang konsep pluralisme ala Gus Dur ini merupakan pengejawentahan dari sisi Islam yang ramah, kebenaran yang universal, serta perjuangan yang sesuai dengan semangat masyarakat itu sendiri.

kiri ke kanan: Jay Akhmad, K.H. Bahruddin, S.Pd.I dan moderator Fairus Kadomi, S.Ag.

Jay Akhmad melanjutkan diskusi dengan memaparkan tentang pluralisme dan dakwah konteksual ala Gus Dur yang erat kaitannya dengan kondisi budaya dan kultur masyarakat Indonesia yang multi etnis. Beliau menuturkan bahwa konsep dari pluralisme dan dakwah kontekstual ala Gus Dur sebetulnya sederhana, yakni “yang sama jangan dibeda-bedakan, sedangkan yang berbeda jangan disama-samakan”. Pluralisme ala Gus Dur itu adalah sikap keterbukaan kita terhadap masyarakat sekitar, dan kepekaan kita terhadap sesama manusia ciptaan Tuhan.

Acara sarasehan juga dihadiri oleh perwakilan pimpinan Pondok Pesantren se-Salatiga, Forum Komunikasi Umat Beragama, Pimpinan Daerah Muhammadiyyah, PCNU Salatiga, Persemaian Cinta Kemanusiaan, Fakultas Teologi UKSW, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Gusdurian Salatiga, Pemerhati Makam Mbah Wahid Salatiga, dan Kemenag Kota Salatiga. Acara ini mendapatkan sambutan baik dari semua kalangan, bahkan Tholiman Fatih selaku Dosen di bidang Teolog, Kemanusiaan, dan KeIndonesiaan Universitas Kristen Satyawacana (UKSW) juga menginginkan bahwa Gus Dur Corner dibentuk di UKSW dikarenakan banyak pembahasan dan diskursus yang nantinya akan mengembangkan kultur akademik yang produktif mengingat terdapat keseralasan dalam hal akademik dan ilmu pengetahuan.{red}

Kiri ke Kanan: K.H. Bahruddin, S.Pd.I., Jay Akhmad, Prof.DR. Benny Ridwan, M.Hum, H. Sholahuddin, M.Pd.
Gusdurian Salatiga berbincang santai di Gus Dur Corner
Kiri ke kanan: Perwakilan FKUB Salatiga, Jay Akhmad, KH. Bahruddin, S.Pd.I dan Prof. Dr. Benny Ridwan, M.Hum

INDAHNYA RAMADHAN PENUH KREATIVITAS ALA HMPS BSA!!

FUADAH- Selasa, 12/04/2022 Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan suka cita. Semua muslim di dunia berlomba-lomba mencari pahala dengan cara masing-masing. Tak ingin kalah dari yang lain, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora IAIN Salatiga menyelenggarakan kegiatan Ramadhan berbagi dengan tema “Indahnya Ramadhan Penuh Kreativitas (IRAMA PENTAS)” yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Ittihadul Asna Salatiga.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan berbagai rangkaian kegiatan diantaranya : Khotmil Qur’an, membuat kreasi bersama santri Ittihadul Asna, kultum ramadhan, dan buka puasa bersama. Sebelumnya HMPS BSA juga mengadakan “open donasi buku” untuk Ponpes Ittihadul Asna, yang dimaksudkan agar mengembangkan edukasi dan minat baca.

Acara ini dihadiri langsung oleh Dr. Agus Ahmad Su’aidi Lc., M.A. (Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab), Rina Susanti, M.A (Sekretaris Program Studi Bahasa dan SAstra Arab), Abah Roikhuddin Mahbub Afandi beserta sang istri Ummah Niswah Ulya Rahmawati (Pengasuh Pondok Pesantren Ittihadul Asna) dan Nanik Puji (ketua Pondok Pesantren Ittihadul Asna, pengurus HMPS Bahasa) dan seluruh santri Pondok Pesantren Ittihadul Asna.

Pada kesempatan kali ini bersamaan dengan bulan suci Ramadhan, Abah Roikhuddin Mahbub Afandi sangat terbantu dan senang dengan acara yang telah HMPS BSA lakukan.

“Dalam kegiatan yang diadakan oleh teman-teman mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab IAIN Salatiga ini. Saya senang dan sangat terbantu oleh mahasiswa BSA yang mengadakan kegiatan Ramadhan di sini, sehingga menghibur hati anak-anak santri Ittihadul Asna serta ikut berbuka puasa bersama santri di sini”, Ujar Abah Roikhuddin.

Lanjut Dr. Agus Ahmad Su’aidi Lc.,M.A. dalam sambutanya menyampaikan bahwa, puasa diajarkan melawan hawa nafsu seperti kebutuhan primer yang berbentuk makan, minum dan lainnya. maka seharusnya bisa menahan nafsu yang berbentuk sekunder pula.

Kegiatan ini selain bertujuan melaksanakan salah satu program kerja, juga sebagai bentuk amal di bulan suci Ramadhan. Sebagai bentuk silaturahmi antar sesama dan diharapkan dapat memberikan citra positif mahasiswa khususnya mahasiswa Bahasa dan sastra Arab.

NGAJI AQIDAH BARENG AFI

FUADAH- Selasa, 29/03/2022 Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora IAIN Salatiga, telah melaksanakan kegiatan yang merupakan hal baru dilakukan tetapi tidak asing bagi Mahasiswa AFI yaitu Ngaji Aqidah.

Walaupun masih dalam masa pandemi namun tidak mematahkan semangat mahasiswa AFI untuk tetap berdiskusi. Acara tersebut dilaksanakan online dengan media zoom meeting.

Dalam kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Benny Ridwan, M. Hum. (Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora IAIN Salatiga) sebagai pemateri.

Beliau menyampaikan bahwa, akal melebihi panca indera sebagai sumber ilmu. Otoritas akal tidak diingkari oleh rasionalisme, karena fungsi indera menangkap objek itu. Akal meningkatkan pengetahuan abstrak jadi, keberadaan sesuatu ditentukan oleh rasio kita. Kebenaran agama itu bersifat dogmatis serta dalam Islam biasanya perdebatan itu hanya berkutat pada persoalan akal dan wahyu.

“Akal melebihi panca indera sebagai sumber ilmu. Akal manusia boleh berhubung dengan akal ketuhanan yang memancarkan sinaran cahaya tuhan dalam diri manusia.” Terangnya.

Kegiatan Ngaji Aqidah ini merupakan usaha mewujudkan serta pengembangan konsep dari berbagai kegiatan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) dalam rangka menguatkan iman serta memperluas wawasan tentang Aqidah Islamiyah. Diharapkan sebagai mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam kedepanya mampu berpendapat, bersikap, maupun berfikir berlandaskan sesuai dengan ajaran agama islam.


Acara ditutup dengan Give Away yang diikuti oleh peserta Ngaji Aqidah dan pemberian hadiah Give Away bagi peserta yang dapat menjawab quiz itu.